Ritualyang mereka lakukan yakni dengan menghanyutkan kepala kerbauk yang sudah di sembelih sebagai simbol. 2. Contoh Kearifan Lokal di Bali. Bali dikenal memiliki banyak sekali budaya yang sudah mereka lakukan sejak turun-temurun bahkan mampu menarik wisatawan mancanegara. Ada beberapa contoh kearifan lokal yang bisa Anda lihat berikut ini.
MappaletteBola merupakan kearifan lokal suku bugis, Sulawesi yang bertujuan untuk meningkatkan solidaritas antar masyarakatnya. Kearifan lokal tersebut merupakan tradisi memindahkan rumah yang melibatkan puluhan bahkan ratusan warga kampung.
12 Contoh Kearifan Lokal 1.2.1 Sasi (Maluku) 1.2.2 Pahomba (Sumba Timur- Nusa Tengara Timur ) 1.2.3 Subak (Bali) 1.2.4 Tri Hita Karana (Bali) 1.2.5 Bersih Deso (Desa Gasang-Jawa Timur) 1.2.6 Wewaler (Desa Bendosewu-Jawa Timur) 1.2.7 Seren Taun (Kasepuhan Sirnaresmi-Jawa Barat) 1.2.8 Piil Pasenggiri (Lampung) 1.2.9 Ke-Kean (Sumatera Selatan)
Artinya pengetahuan lokal merupakan algamasi dari kearifan, pola pikir, dan teknologi sehingga ketiganya tidak valid untuk dipisahkan berdiri sendiri. Pengetahuan lokal dikembangkan melalui proses pengamatan, pengalaman praktik, dan adaptasi terus menerus, diingat dan dikomunikasikan secara verbal, serta di teruskan melalui pewarisan regeneratif.
Tigacontoh di dalam kearifan lokal yang memuat unsur keterampilan lokal dapat dilihat contohnya yakni: Tradisi Repong Damar pada Suku Krui di Lampung Barat Repong damar atau hutan damar merupakan model pengelolaan lahan bekas ladang yang dikembangkan oleh Suku Krui di Lampung Barat yang mirip dengan metode pengolahan wanatani.
KearifanLokal, Pengetahuan Lokal dan Degradasi Lingkungan KEARIFAN LOKAL, PENGETAHUAN LOKAL DAN DEGRADASI LINGKUNGAN Erwan Baharudin Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Esa Unggul, Jakarta Mahasiswa Pascasarjana Antropologi Universitas Indonesia, Jakarta Jln. Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Je
Darisemua pemahaman sebelumnya, inti dari definisi kearifan
Contohkearifan lokal yang baik dan berlangsung terus menerus, seperti Hutan Adat Desa. Pada salah satu desa di kecamatan Kampar, yaitu Desa Rumbio, Provinsi Riau, masyarakatnya dibentuk untuk melestarikan hutan secara bersama-sama.
Tetapiyang pasti, dalam penentuan karakteristik kearifan lokal bisanya meliputi meliputi pengetahuan, rumah adat, baju adat, alat musik tradisional, artefak (peninggalan khas), ide, pola pikir, norma sosial, norma kesusilaan, dan nilai luhur suatu wilayah tersebut. Kearifan Lokal
Jadidapat dikatakan, kearifan lokal disetiap daerah berbeda-beda tergantung lingkungan dan kebutuhan hidup. Contoh Kearifan Lokal Hutan Larangan Adat ( Desa Rumbio Kec. Kampar Prov. Riau )
Contohkearifan lokal di Indonesia Masyarakat Indonesia terdiri atas berbagai macam suku dan budaya sehingga Indonesia memiliki jumlah kearifan lokal yang cukup banyak. Hal tersebut bisa menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Pelaksanaankearifan lokal ini dimulai dengan melibatkan warga untuk memasak sesaji yang akan dihidangkan seperti ketupat, uwi, gembili, embong, garut, gethuk, cemplon, ayam panggang, ikan kali panggang dan lainnya. 2. Ulap Doyo Ulap Doyo merupakan kearifan lokal yang termuat dalam motif tenun sebagai warisan suku Dayak Benuaq di Kalimantan.
Diktat Kajian Kearifan Lokal. Silvia Tabah Hati, M.Si, 2020. Jamora Gani Nasution. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 36 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Download Download PDF. Download Full PDF Package.
PengertianKearifan Lokal. Oleh Ibu Guru Diposting pada 02/07/2022. Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang "Kearifan Lokal". Berikut dibawah ini penjelasannya: Pengertian Kearifan Lokal Kearifan lokal (local wisdom) dalam [Yuk Baca] */.
WWAJi. –Bagian dari budaya dalam masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari kalangan masyarakat itu sendiri yaitu kearifan lokal. Ia dapat memanipulasi budaya dengan kehidupan ilmiah. Dan memahami berbagai macam sains, hal tersebut biasa disebut dengan kearifan lokal. Jadi, apa yang dimaksud dengan kearifan lokal? Mari simak artikel nya dibawah ini. Kearifan Lokal Adalah ? Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli Rosidi Permana Kamus Besar Bahasa Republic of indonesia Sedyawati Nasiwan dkk Kamus Inggris-Republic of indonesia Paulo Freire Fungsi Kearifan Lokal Contoh Kearifan Lokal Ciri-ciri Kearifan Lokal Manfaat Kearifan Lokal Melahirkan Generasi yang Bermartabat Merefleksikan Nilai-Nilai Budaya Membentuk Karakter Bangsa Berkontribusi Menciptakan Identitas Negara Share this Related posts Kearifan Lokal Adalah ? Kearifan lokal adalah visi kehidupan dan ilmu pengetahuan, serta berbagai strategi kehidupan dalam bentuk kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat untuk merespon berbagai masalah dalam memenuhi kebutuhan mereka. Secara etimologis, kearifan dibagi menjadi dua kata, yaitu kearifan dan lokalitas. Ada nama lain untuk kearifan lokal, termasuk pengetahuan lokal, kecerdasan lokal, dan politik lokal. Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli Rosidi Istilah kearifan lokal adalah hasil dari terjemahan kecerdasan lokal yang pertama kali diperkenalkan Quaritch Wales antara 1948 dan 1949. Ini berarti kemampuan budaya lokal untuk mengatasi pengaruh budaya asing atau barat pada dua budaya yang saling berhubungan. Permana Kearifan lokal adalah respons kreatif terhadap situasi historis, situasional, dan geografis-politik lokal. Kearifan lokal juga dijelaskan sebagai pengetahuan atau cara hidup dan strategi hidup yang diadopsi oleh masyarakat setempat untuk menanggapi masalah dalam memenuhi kebutuhan mereka. Kamus Besar Bahasa Indonesia Kearifan lokal adalah kebijaksanaan kebijaksanaan yang selalu diperlukan dalam interaksi. Kata lokal, yang berarti tempat atau tempat atau tempat di mana ia tumbuh, ada sesuatu yang dapat berbeda dari tempat lain atau di tempat nilai yang dapat lokal atau universal. Sedyawati Kearifan lokal dalam arti yang lebih luas tidak hanya terdiri dari norma-norma dan nilai-nilai budaya, tetapi juga dari semua elemen ide, termasuk yang memiliki dampak pada teknologi, perawatan kesehatan dan estetika. Dengan pemahaman ini, berbagai pola tindakan dan hasil budaya material dimasukkan sebagai terjemahan kearifan lokal. Nasiwan dkk Kearifan lokal adalah nilai-nilai dan kearifan luhur yang dianggap sebagai moto kehidupan, petitih dan tradisi dalam kekayaan budaya lokal. Kamus Inggris-Indonesia Kearifan lokal adalah nilai-nilai dan kearifan luhur yang dianggap sebagai moto kehidupan, petitih dan tradisi dalam kekayaan budaya lokal. Paulo Freire Menurut Paulo Freire, pendidikan yang didasarkan pada kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan siswa bagaimana menghadapi apa yang ada di depan. Fungsi Kearifan Lokal Kearifan lokal adalah kebenaran yang telah diarahkan atau diperbaiki di suatu daerah. Kearifan lokal memiliki kualitas hidup yang tinggi dan layak untuk terus diteliti, dikembangkan, dan dilestarikan sebagai antitesis atau perubahan budaya sosial dan modernisasi. Budaya masa lalu secara konstan digunakan sebagai panduan untuk hidup dalam kearifan lokal produk, meskipun memiliki nilai lokal, tetapi nilai-nilai yang dikandungnya dianggap sangat universal. Kondisi geografis dalam arti yang lebih luas Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat. Kearifan lokal memiliki nilai dan manfaat dalam kehidupan masyarakat. Sistem ini dikembangkan karena kebutuhan untuk hidup, mempertahankan dan hidup sesuai dengan situasi, kondisi, keterampilan dan nilai-nilai yang hidup di masyarakat yang bersangkutan. Dengan kata lain, kearifan lokal adalah bagian dari perspektif atau kehidupan mereka yang masuk akal untuk memecahkan masalah kehidupan dalam kehidupan. Mereka dapat melanjutkan hidup mereka dan berkembang secara berkelanjutan berkat kearifan lokal. Berikut adalah fungsi dari kearifan lokal Mengintegrasikan elemen budaya eksternal yang memasuki budaya asli. Memberikan arahan untuk pengembangan budaya. Sebagai filter dan pengontrol kultur eksternal. Sebagai akomodasi elemen budaya eksternal. Dibawah ini adalah beberapa contoh dari kearifan lokal one. Hutan larangan adat “Desa Rumbio Kec. Kampar Prov. Riau”. Kearifan lokal ini dilakukan dengan tujuan menyatukan masyarakat sekitar untuk melestarikan hutan di mana ada aturan untuk tidak menebang pohon di hutan, dan mereka didenda seperti 100 kg beras atau dalam bentuk half dozen juta dolar menghukum Rp jika Anda terluka. 2. Awig-Awig Lombok Barat dan Bali Ini adalah aturan umum yang selalu menjadi pedoman untuk perilaku dan tindakan, terutama yang berkaitan dengan interaksi atau pengolahan sumber daya alam di lingkungan Lombok Barat dan Bali. iii. Cingcowong Sunda / Jawa Barat adalah upacara yang mengharuskan hujan tradisi Cingcowong diturunkan dari generasi ke generasi oleh masyarakat Luragung untuk melestarikan budaya dan melayani sebagai permintaan kepada Yang Maha Kuasa ketika itu dilakukan melanggar perintahnya. 4. Bebie Muara Enim-Sumatra Selatan adalah tradisi memanen dan memanen padi untuk menyelesaikan panen padi dengan cepat atau setelah panen dipuji sebagai rasa terima kasih atas panen yang berhasil. Ciri-ciri Kearifan Lokal Berikut adalah ciri-ciri kearifan lokal Mempunyai kemampuan mengarahkan pengembangan budaya. Mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan atau menyatukan budaya eksternal dan budaya asli. Mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Mempunyai kemampuan untuk menyambut budaya eksternal. Mempunyai benteng untuk bertahan dari pengaruh budaya asing. Manfaat Kearifan Lokal Berikut adalah manfaat adanya kearifan lokal Melahirkan Generasi yang Bermartabat Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak mengenal potensi dan kekayaan alam dan budaya di daerah masing-masing. Dengan mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal ke sekolah-sekolah, Anda biasanya mengenal budaya Indonesia lebih baik. Selain itu, Anda akan lebih peduli dengan budaya daerah tersebut. Bagaimanapun, Anda akan menjadi lebih kompeten dan bermartabat dalam hal mempertahankan keberadaan budaya daerah yang ada. Merefleksikan Nilai-Nilai Budaya Salah satu keuntungan dari mengintegrasikan pembelajaran berbasis kearifan lokal di semua tingkat sekolah adalah Anda dapat mencerminkan nilai-nilai budaya yang ada di lingkungan lokal. Anda akan terlibat langsung dalam identifikasi atau analisis semua potensi lokal dan keuntungan sekolah. Produk keunggulan kearifan lokal tercantum dalam program ini. Kearifan lokal dijelaskan dalam berbagai aspek seperti sumber daya alam, sumber daya manusia, sejarah, geografi dan budaya yang berbeda. Membentuk Karakter Bangsa Keuntungan lain dari mempelajari kearifan lokal adalah dapat berpartisipasi dalam pembentukan karakter bangsa. Jika Anda membayangkan keragaman potensi dan budaya di daerah perumahan Anda, Anda akan lebih peduli dengan warisan budaya negara. Kearifan lokal ini juga bisa dijadikan modal untuk membentuk karakter bangsawan bangsa. Karakter bangsawan bangsa Indonesia yang selalu dimiliki. Pembelajaran ini akan menggabungkan berbagai fitur pembentukan karakter positif masyarakat Republic of indonesia. Karakter yang berbeda, seperti kehati-hatian dan kesadaran, kontrol diri, toleransi, patriotisme, meminimalkan keinginan dan perilaku yang baik. Berkontribusi Menciptakan Identitas Negara Indonesia dengan nilai-nilai luhurnya adalah salah satu identitas nasional. Dengan belajar berdasarkan kearifan lokal, Anda dapat membantu menciptakan identitas nasional yang kuat. Upaya mengembangkan karakter bangsa dapat dicapai melalui pembelajaran sekolah. Materi yang berhubungan dengan budaya seperti bahasa, makanan, tarian dan lagu adalah kontribusi yang sangat berguna untuk memperkuat identitas masyarakat Indonesia sebagai negara dengan kelimpahan dan beragam budaya adat. Anda tahu budaya khas daerah di mana Anda tinggal. Demikianlah artikel tentang Kearifan Lokal ini, semoga bisa memberi manfaat dan menambah wawasan bagi anda, terimakasih. Baca Lainnya >>> Sosialisme Adalah Primitif Adalah Masyarakat Adalah
Kearifan Lokal – Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Fungsi, Wujud & Contoh – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai Kearifan Lokal yang dimana dalam hal ini meliputi pengertian menurut para ahli, ciri fungsi, wujud dan contoh, nah agar lebih memahami dan dimengerti simak ulasannya dibawah ini. Pengertian Kearifan Lokal Kearifan Lokal adalah sebuah tema humaniora yang diajukan untuk memulihkan peradaban dari krisis modernitas. Ia diunggulkan sebagai “pengetahuan” yang “benar” berhadapan dengan standar “saintisme” modern yaitu semua pengetahuan yang diperoleh dengan pendekatan positivisme suatu cara penyusunan pengetahuan melalui observasi gejala untuk mencari hukum-hukumnya. Sains modern dianggap memanipulasi alam dan kebudayaan dengan mengobyektivkan semua segi kehidupan alamiah dan batiniah dengan akibat hilangnya unsur “nilai” dan “moralitas” Sains modern menganggap unsur “nllia’ dan “moralitas” sebagai unsur yang tidak relevan untuk memahami ilmu pengetahuan. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian Tradisi Local secara spesifik menunjuk pada ruang interaksi terbatas dengan sistem nilai yang terbatas pula. Sebagai ruang interaksi yang sudah didesain sedemikian rupa yang di dalamnya melibatkan suatu pola-pola hubungan antara manusia dengan manusia atau manusia dengan lingkungan fisiknya. Pola interaksi yang sudah terdesain tersebut disebut settting. Setting adalah sebuah ruang interaksi tempat seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan face to face dalam lingkungannya. Sebuah setting kehidupan yang sudah terbentuk secara langsung akan memproduksi nilai-nilai. Nilai-nilai tersebut yang akan menjadi landasan hubungan mereka atau menjadi acuan tingkah-laku mereka. Berikut ini terdapat beberapa pengertian kearifan lokal menurut para ahli, terdiri atas S. Swars Menyatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara, dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama, bahkan melembaga Mariane, 2014. Phongphit dan Nantasuwan Menyatakan kearifan lokal sebagai pengetahuan yang berdasarkan pengalaman masyarakat turun-temurun antargenerasi. Pengetahuan ini menjadi aturan bagi kegiatan sehari-hari masyarakat ketika berhubungan dengan keluarga, tetangga, masyarakat lain dan lingkungan sekitar Kongprasertamorn 2007 dalam Afandi dan Wulandari 2012. I Ketut Gobyah Mengatakan bahwa kearifan lokal local genius adalah kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung di dalamnya dianggap sangat universal Samudra, 2010. Quaritch Wales Menjelaskan bahwa local genius atau kearifan lokal berarti kemampuan budaya setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan asing pada waktu kedua kebudayaan itu berhubungan. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian Bela Negara Haryati Soebadio Mengatakan bahwa local genius adalah juga culture identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri Ayatrohaedi 1986 dan Saragih 2013. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Memberikan pengertian tentang kearifan lokal, yaitu nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat antara lain untuk melindungi dan mengolah lingkungan hidup secara lestari. Rahyono 2009 Menurutnya kearifan lokal merupakan kecerdasan manusia yang dimiliki oleh kelompok etnis tertentu yang diperoleh melalui pengalaman masyarakat. Artinya, kearifan lokal di sini adalah hasil dari masyarakat tertentu melalui pengalaman mereka dan belum tentu dialami oleh masyarakat yang lain. Apriyanto 2008 Kearifan lokal adalah berbagai nilai yang diciptakan, dikembangkan dan dipertahankan oleh masyarakat yang menjadi pedoman hidup mereka. Paulo Freire 1970 Menurutnya pendidikan berbasis kearifan lokal adalah pendidikan yang mengajarkan peserta didik untuk selalu konkret dengan apa yang mereka hadapi. Hal ini sebagaimana Paulo Freire, seorang filsuf pendidikan dalam bukunya Cultural Action for Freedom 1970, menyebutkan dengan dihadapkannya pada problem dan situasi konkret yang dihadapi, peserta didik akan semakin tertantang untuk menanggapinya secara kritis. Oleh karena itu di perlukan adanya integrasi ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal. Warigan 2011 Menurutnya nilai-nilai yang ada kearifan lokal di Indonesia sudah terbukti turut menentukan kemajuan masyarakatnya. Al Musafiri, Utaya & Astina 2016 Dalam penelitian yang dilakukan, menyebutkan bahwa kearifan lokal memiliki peran untuk mengurangi dampak globalisasi dengan cara menanamkan nilai-nilai positif kepada remaja. Penanaman nilai tersebut didasarkan pada nilai, norma serta adat istiadat yang dimiliki setiap daerah. Sibarani 2012 Kearifan lokal merupakan suatu bentuk pengetahuan asli dalam masyarakat yang berasal dari nilai luhur budaya masyarakat setempat untuk mengatur tatanan kehidupan masyarakat atau dikatakan bahwa kearifan lokal. Baca Artikel Terkait Tentang Materi “NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia ” Pengertian & Tujuan – Fungsi – Bentuk Ciri-Ciri Kearifan Lokal Kearifan lokal memiliki beberapa ciri-ciri yaitu Mempunyai kemampuan memgendalikan. Merupakan benteng untuk bertahan dari pengaruh budaya luar. Mempunyai kemampuan mengakomodasi budaya luar. Mempunyai kemampuan memberi arah perkembangan budaya. Mempunyai kemampuan mengintegrasi atau menyatukan budaya luar dan budaya asli. Fungsi Kearifan Lokal Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia, misalnya berkaitan dengan upacara daur hidup, konsep kanda pat rate. Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, misalnya pada upacara saraswati, kepercayaan dan pemujaan pada pura Panji. Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan. Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat. Bermakna sosial, misalnya pada upacara daur pertanian. Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur. Bermakna politik, misalnya upacara ngangkuk merana dan kekuasaan patron client. Wujud Kearifan Lokal Teezzi, Marchettini, dan Rosini mengatakan bahwa akhir dari sedimentasi kearifan lokal ini akan mewujud menjadi tradisi atau agama. Dalam masyarakat kita, kearifan-kearifan lokal dapat ditemui dalam nyayian, pepatah, sasanti, petuah, semboyan, dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam perilaku sehari-hari. Kearifan lokal biasanya tercermin dalam kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat yang telah berlangsung lama. Keberlangsungan kearifan lokal akan tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu. Nilai-nilai itu menjadi pegangan kelompok masyarakat tertentu yang biasanya akan menjadi bagian hidup tak terpisahkan yang dapat diamati melalui sikap dan perilaku mereka sehari-hari. Proses sedimentasi ini membutuhkan waktu yang sangat panjang, dari satu generasi ke generasi berikut. Teezzi, Marchettini, dan Rosini mengatakan bahwa kemunculan kearifan lokal dalam masyarakat merupakan hasil dari proses trial and error dari berbagai macam pengetahuan empiris maupun non-empiris atau yang estetik maupun intuitif. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Pengertian Identitas Nasional Kearifan lokal lebih menggambarkan satu fenomena spesifik yang biasanya akan menjadi ciri khas komunitas kelompok tersebut, misalnya alon-alon asal klakon masyarakat Jawa Tengah, rawe-rawe rantas malang-malang putung masyarakat Jawa Timur, ikhlas kiai-ne manfaat ilmu-ne, patuh guru-ne barokah urip-e masyarakat pesantren, dan sebagainya. Kearifan lokal merupakan pengetahuan eksplisit yang muncul dari periode yang panjang dan berevolusi bersama dengan masyarakat dan lingkungan di daerahnya berdasarkan apa yang sudah dialami. Jadi dapat dikatakan kearifan lokan disetiap daerah berbeda-beda tergantung lingkungan dan kebutuhan hidup. Local Genius sebagai Kearifan Lokal Dalam disiplin antropologi dikenal istilah local genius. Local genius ini merupakan istilah yang mula pertama dikenalkan oleh Quaritch Wales. Para antropolog membahas secara panjang lebar pengertian local genius ini. Antara lain Haryati Soebadio mengatakan bahwa local genius adalah juga cultural identity, identitas/kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan asing sesuai watak dan kemampuan sendiri. Sementara Moendardjito mengatakan bahwa unsur budaya daerah potensial sebagai local genius karena telah teruji kemampuannya untuk bertahan sampai sekarang. Ciri-cirinya adalah mampu bertahan terhadap budaya luar memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar mempunyai kemampuan mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam 1 budaya asli mempunyai kemampuan mengendalikan mampu memberi arah pada perkembangan budaya. I Ketut Gobyah dalam “Berpijak pada Kearifan Lokal” mengatakan bahwa kearifan lokal local genius adalah kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokal merupakan perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada. Kearifan lokal terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupun kondisi geografis dalam arti luas. Kearifan local merupakan produk budaya masa lalu yang patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokal tetapi nilai yang terkandung didalamnya dianggap sangat universal. S. Swarsi Geriya dalam “Menggali Kearifan Lokal untuk Ajeg Bali” mengatakan bahwa secara konseptual, kearifan lokal dan keunggulan lokal merupakan kebijaksanaan manusia yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara-cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional. Kearifan lokal adalah nilai yang dianggap baik dan benar sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama dan bahkan melembaga. Dalam penjelasan tentang urf, Pikiran Rakyat terbitan 6 Maret 2003 menjelaskan bahwa tentang kearifan berarti ada yang memiliki kearifan al- addah al-ma’rifah, yang dilawankan dengan al-addah al-jahiliyyah. Kearifan adat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akal serta dianggap baik oleh ketentuan agama. Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya bernilai baik, karena kebiasaan tersebut merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang dan mengalami penguatan reinforcement. Apabila suatu tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami penguatan secara terus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik akan hanya terjadi apabila terjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka ia tidak tumbuh secara alamiah tetapi dipaksakan. Baca Artikel Terkait Tentang Materi Liberalisme adalah Ruang Lingkup Kearifan Lokal Kearifan lokal merupakan fenomena yang luas dan komprehensif. Cakupan kearifan lokal cukup banyak dan beragam sehingga sulit dibatasi oleh ruang. Kearifan tradisional dan kearifan kini berbeda dengan kearifan lokal. Kearifan lokal lebih menekankan pada tempat dan lokalitas dari kearifan tersebut sehingga tidak harus merupakan sebuah kearifan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kearifan lokal bisa merupakan kearifan yang belum lama muncul dalam suatu komunitas sebagai hasil dari interaksinya denganlingkungan alam dan interaksinya dengan masyarakat serta budaya lain. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak selalu bersifat tradisional karena dia dapat mencakup kearifan masa kini dan karena itu pula lebih luas maknanya daripada kearifan tradisional. Untuk membedakan kearifan lokal yang baru saja muncul dengan kearifan lokal yang sudah lama dikenal komunitas tersebut, dapat digunakan istilah kearifan kini, kearifan baru, atau kearifan kontemporer. Kearifan tradisional dapat disebut kearifan dulu atau kearifan lama. Adapun contoh kearifan lokal yang diantaranya yaitu Hutan larangan adat “desa rumbio kec. kampar prov. Riau” Kearifan lokal ini dibuat dengan tujuan untuk agar masyarkat sekitar bersama-sama melestarikan hutan disana, dimana ada peraturan untuk tidak boleh menebang pohon dihutan tersebut dan akan dikenakan denda seperti beras 100 kg atau berupa uang sebesar Rp jika melanggar. Awig-Awig Lombok Barat dan Bali merupakan aturan adat yang menjadi pedoman untuk bertindak dan bersikap terutama dalam hal berinteraksi dan mengolah sumber daya alam dan lingkungan didaerah Lombok Barat dan Bali. Cingcowong Sunda/Jawa Barat merupakan upacara untuk meminta hujan tradisi Cingcowong ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat Luragung guna untuk melestarikan budaya serta menunjukan bagaimana suatu permintaan kepada yang Maha Kuasa apabila tanpa adanya patuh terhadap perintahnya. Bebie Muara Enim-Sumatera Selatan merupakan tradisi menanam dan memanen padi secara bersama-sama dengan tujuan agar pemanenan padi cepat selesai dan setelah panen selesai akan diadakan perayaan sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang sukses. Papua, terdapat kepercayaan te aro neweak lako alam adalah aku. Gunung Erstberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama, tanah dianggap sebagai bagian dari hidup manusia. Dengan demikian maka pemanfaatan sumber daya alam secara hati-hati. Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak. Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, terdapat tradisi tana ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat. Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Masyarakat ini mengembangkan kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan memanfaatkannya. Perladangan dilakukan dengan rotasi dengan menetapkan masa bera, dan mereka mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat. Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatan hutan hati-hati. Tidak diperbolehkan eksploitasi kecuali atas ijin sesepuh adat. Bali dan Lombok, masyarakat mempunyai awig-awig. Kerifan lokal merupakan suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus-menerus dalam kesadaran masyarakat, berfungsi dalam mengatur kehidupan masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai yang profan. Demikianlah pembahasan mengenai Kearifan Lokal – Pengertian Menurut Para Ahli, Ciri, Fungsi, Wujud & Contoh semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂
- Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang membentuk jati diri suatu bangsa. Kearifan lokal tidak hanya berasal dari daerah di Indonesia. Namun, juga berbagai bidang, contohnya dalam sistem konservasi tanah dan air. Dilansir dari pemakalah utama 4 berjudul Mengangkat Budaya dan Kearifan Lokal dalam Sistem Konservasi Tanah dan Air, secara etimologi kearifan lokal terdiri dari dua kata. Dua kata tersebut adalah kearifan wisdom dan lokal local. Berdasarkan pemahaman dari KBBI lokal berarti setempat. Sementara kearifan, berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, kearifan lokal berarti gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan berniat baik. Gagasan-gagasan tersebut tertanam, dan dipatuhi oleh anggota masyarakat. Para ahli mengemukakan beberapa pengertian terkait pengertian lokal. Beberapa pengertian tersebut, pertama dikemukakan oleh seorang penulis dari London yang bernama HG. Quaritch Wales. Menurut Wales, kearifan lokal disebut juga sebagai local genius. Local genius berarti, sejumlah ciri kebudayaan yang dimiliki oleh suatu masyarakat sebagai sebuah akibat dari pengalamannya di masa lalu. Sementara menurut penulis Yunus Abidin, kearifan lokal dipahami sebagai budaya yang dimiliki oleh masyarakat tertentu. Budaya tersebut ditempatkan pada suatu lokasi tertentu. Tidak hanya itu, budaya juga dianggap mampu bertahan dalam menghadapi arus globalisasi. Lantaran, kearifan lolak tersebut mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai sarana pembangunan karakter bangsa. Bedasarkan dasar hukumnya pada UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, kearifan lokal merupakan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tatanan kehidupan masyarakat. Tujuannya yaitu, untuk melindungi, dan mengelola lingkungan hidup dengan lestari. Dari semua pemahaman sebelumnya, inti dari definisi kearifan lokal yaitu kumpulan pengetahuan berupa nilai, norma, dan aturan-aturan khusus yang berkembang. Aturan-aturan tersebut mesti ditaati dan diwariskan dari generasi ke generasi. Contoh Kearifan Lokal Tanah dan Air dalam Bidang Budaya Kearifan lokal yang berkaitan dengan konservasi air dan tanah dapat berupa nilai-nilai yang diwujudkan dalam praktik ritual, maupun upacara adat. Konservasi tersebut juga dapat diwujudkan dalam bentuk anjuran maupun larangan untuk tidak menggunakan sumberdaya air dan tanah secara berlebihan. Selain itu, konsevasi juga dapat diwujudkan berupa sanksi bagi orang-orang yang melanggar aturan di dalamnya. Berikut ini beberapa contoh praktik budaya dan kearifan lokal di Indonesia 1. Di Jawaa. Pranoto Mongso Berdasarkan bahan bacaan Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta, 16 Mei 2009 berjudul Kajian Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan milik Suhartini Pranoto mongso merupakan aturan waktu musim yang digunakan oleh para tani di pedasaan. Aturan tersebut didasarkan pada naluri dari leluhur, dan dipakai sebagai dasar untuk mengolah pertanian. Maka itu, pranoto mongso memberi arahan kepada petani untuk bercocok tanam dengan cara mengikuti tanda-tanda alam dalam mongso yang bersangkutan. Sehingga, pemanfaatan tanah oleh petani sifatnya terukur. Meskipun, air dan saluran irigasi sudah tersedia dengan baik. Praktik ini dipercaya dapat menjaga keseimbangan alam. b. Nyabuk GunungNyabuk gunung merupakan praktik bercocok tanam dengan cara membuat teras sawah yang dibentuk menurut garis kontur. Praktik ini umumnya berlangsung di lereng Bukit Sumbing dan Sindoro. Nyabuk gunung adalah suatu wujud konservasi lahan dalam bercocok tanam. Hal itu karena didasarkan pada garis konturnya. Berbeda dengan praktik nyabuk gunung di Dieng yang memotong kontur pada saat bercocok tanam. Memotong kontur dapat mempermudah terjadinya longsor. c. Menganggap Suatu Tempat Keramat Khususnya Pada Pohon Besar Beringin Anggapan tentang tempat keramat cenderung membuat banyak orang tidak merusak tempat tersebut. Sebaliknya, mereka akan memelihara tempat itu. Bahkan, tidak berani untuk membuang sampah sembarangan. Mereka takut jika nanti karma buruk akan diterima di kemudian hari. Misalnya, pada pohon beringin besar. Praktik ini merupakan bentuk konservasi karena dengan memelihara pohon, maka seseorang akan menjaga sumber air. Hal ini disebabkan karena, pohon beringin memiliki akar yang sangat kuat. Dekat lokasi akar pohon yang kuat, biasanya ada sumber air. 2. Di Sulawesi Di Sulawesi terdapat komunitas adat Karampuang. Komunitas adat itu berperan dalam pengelolaan hutan. Mereka meyakini bahwa hutan merupakan bagian dari alam dirinya. Sehingga, untuk menjaga keseimbangan ekosistem, di dalamnya terdapat aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat. Aturan itu akan dibacakan oleh seorang galla atau pelaksana harian pemerintah adat tradisional sebagai suatu bentuk fatwa adat. Pembacaannya akan dilakukan di hadapan dewan adat dan warga sebagai suatu bentuk peraturan bersama. 3. Di Baduy DalamMasyarakat Baduy meyakini bahwa mereka adalah orang yang pertama yang diciptakan sebagai pengisi dunia dan bertempat tinggal di pusat bumi. Segala gerak laku masyarakat Baduy harus berpedoman kepada buyut yang telah ditentukan dalam bentuk pikukuh karuhun. Tidak ada seorang pun yang berhak dan berkuasa untuk melanggar dan mengubah tatanan kehidupan yang telah ada dan sudah berlaku secara turun menurun. Pikukuh itu harus ditaati oleh masyarakat Baduy dan masyarakat luar yang sedang berkunjung ke Baduy. Peraturan tersebut yaitu Dilarang masuk hutan larangan leuweung kolot untuk menebang pohon, membuka ladang atau mengambil hasil hutan lainnya. Dilarang menebang sembarangan jenis tanaman, misalnya pohon buah-buahan, dan jenis-jenis tertentu. Dilarang menggunakan teknologi kimia, misalnya menggunakan pupuk, obat pemberantas hama penyakit, atau meracuni ikan. Berladang harus sesuai dengan ketentuan adat, dan sebagainya. Contoh Kearifan Lokal Tanah dan Air dalam Bidang Agama Solusi dari permasalahan lingkungan tidak hanya dengan teknologi dan metode ilmiah saja. Solusinya juga bisa dengan kepercayaan yang diajarkan dalam agama. Berikut ini konservasi menurut berbagai ajaran agama di Indonesia 1. Konservasi menurut ajaran Islam Dalam islam terdapat empat konsep yang dipahami sebagai cara untuk membangun pemahaman agama terhadap ekologi atau lingkungan. 1 taskhir penundukan, 2 abd kehambaan, 3 khalifah pemimpin, dan amanah dipercaya. Empat konsep tersebut berdasar dari konsep tujuan penciptaan alam semesta dan manusia. Secara seimbang, pandangan yang komprehensif akan memberikan pengetahuan yang baik pada relasi manusia dan lingkungan dalam kaitannya dengan keseimbangan alam. 2. Konservasi menurut ajaran Kristen dan Katolik Pada tahun 1967, sejarawan Lynn White Jr. mempublikasikan sebuah paper berjudul The Historic Roots of Our Ecological Crisis. Di dalamnya dia membahas tentang masyarakat kristiani yang sangat berhati-hati dalam mengeksploitasi sumber daya alam. Hal itu didasarkan pada Injil yang menyatakan bahwa Tuhan telah mengutus Adam dan Ave untuk menguasai alam “Berhasil melipatgandakan, menundukkan, dan mengisi bumi, serta menguasai ikan-ikan di laut, unggas-unggas di udara, dan semua yang ada di bumi” Terjemahan bebas dari Genesis 128. Sehingga, ajaran Kristen memandang bahwa kerusakan lingkungan hidup sebagai bagian dan wujud dari perilaku manusia yang tidak sejalan dengan tujuan Tuhan menciptakan alam semesta. 3. Konservasi menurut ajaran HinduAjaran-ajaran agama Hindu yang dituangkan ke dalam upacara atau yadnya berlandaskan pada filsafat Tri Hita Kirana THK. THK terdiri dari tiga aspek yang dijalankan dalam kehidupan harmonis berkelanjutan. Pertama, Palemahan, yang mengatur keharmonisan manusia dengan lingkungannya, termasuk lingkungan hayati. Kedua, Parahyangan yang berarti mengatur hubungan manusia dengan Tuhan religius. Ketiga, Pawongan yang berarti mengatur hubungan antara manusia dengan masyarakat aspek sosial kemasyarakatan. Secara filosofis, ketiga aspek tersebut saling berkaitan. Tidak hanya itu, tiga aspek tersebut juga telah menjadi tradisi komunal yang dimanifestasikan dalam berbagai kegiatan religius. 4. Konservasi menurut ajaran BudhaAgama Budha memandang terdapat hubungan antara kemoralan seseorang dengan kelestarian alam. Hal itu disebabkan karena peristiwa yang terjadi di alam ini saling berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tersebut ada pada terdapat pada komponen-komponen lainnya. Komponen itu tersusun dalam hukum paticcasamuppada. Hal ini berarti bahwa perilaku yang dilakukan oleh manusia sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup, dan lingkungan juga memberikan pengaruh terhadap manusia. Jika manusia merusak lingkungan, maka lingkungan akan memberikan dampak buruk bagi manusia. 5. Konservasi menurut aliran kepercayaan LainSalah satu aliran kepercayaan yang sampai saat ini berkembang di Indonesia adalah Komunitas Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Komunitas ini lebih sering dikenal dengan Dayak Indramayu. Aliran kepercayaan ini mempunyai pandangan teologis tersendiri yang berbeda dengan agama lain. Mereka meyakini bahwa alam adalah sumber kehidupan, alam menjadi tempat tumbuh, dan matinya semua makhluk hidup termasuk manusia. Alam juga merupakan pencipta kehidupan. Mereka meyakini bahwa manusia lahir dari saripati alam. Sama halnya dengan seorang bayi yang lahir dari pertemuan sel ovum dan sperma kedua orang tuanya. Sel tersebut tercipta dari saripati makanan, dan makanan manusia diperoleh dari alam. Sehingga alam menjadi pusat proses juga Pengertian Kearifan Lokal Fungsi, Karakteristik, dan Ciri-Cirinya Strategi Pemberdayaan Komunitas dan Contoh Berbasis Kearifan Lokal - Pendidikan Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Dhita Koesno
Jakarta - Kearifan lokal adalah pandangan hidup, pengetahuan, dan berbagai strategi kehidupan berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Apa fungsi kearifan lokal?Sebelum itu mari pahami sebutan kearifan lokal lainnya. Konsep kearifan lokal juga dikenal dengan kearifan tradisional atau sistem pengetahuan lokal indigenous knowledge system. Artinya pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara manusia dengan modul Sosiologi SMA Kelompok Kompetensi I oleh Kemdikbud, kearifan lokal berfungsi sebagai pengetahuan untuk menjawab berbagai masalah dalam memenuhi kebutuhan lokal memiliki beragam ciri yang membedakannya dengan pengetahuan lain. Dalam buku Pemimpin Perubahan Lintas Budaya oleh Wustari Mangundjaja, ciri-ciri kearifan lokal yaituMampu bertahan terhadap budaya luarMampu mengakomodasi budaya luarMampu mengintegrasikan budaya luar dengan budaya asliMampu memberi arah pada perkembangan budayaMampu mengendalikanContoh Kearifan LokalKearifan lokal tersebar di sekeliling kita. Dalam prakteknya, banyak kearifan lokal yang berkaitan dengan pemanfaatan alam, antara lain1. Te Aro Neweak Lako Papua Masyarakat Papua memiliki kepercayaan te aro neweak lako alam adalah aku. Tanah dianggap sebagai bagian hidup manusia. Jadi pemanfaatan sumber daya alam harus Celako Kumali Bengkulu Masyarakat Serawai, Bengkulu memiliki keyakinan celako kumali yang berarti kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan tata nilai dalam berladang dan tradisi Tana' Ulen Dayak Masyarakat Dayak Kenyah, Kalimantan Timur terdapat tradisi tana' ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat Awig-awig Bali dan Lombok Masyarakat Bali dan Lombok mempunyai kearifan lingkungan awig-awig. Awig-awig adalah patokan tingkah laku yang dibuat masyarakat berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan masyarakat Pikukuh Baduy Masyarakat Baduy mempunyai kearifan lokal tentang mitigasi bencana dalam bentuk pikukuh ketentuan adat pokok yang mengajarkan antara lain gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak gunung tidak boleh dihancurkan, sumber air tidak boleh pengertian, ciri, dan contoh kearifan lokal. Adakah kearifan lokal di daerahmu, detikers? Simak Video "Mengenal ADHD Gejala hingga Penyebabnya" [GambasVideo 20detik] nir/nwy
berikan tiga contoh kearifan lokal yang memuat pengetahuan lokal